Sejarah

Sejarah

Yakaafi (Yayasan Amal Wakaf Indonesia) adalah Lembaga Wakaf yang fokus pada pengembangan wakaf produktif.

Berdirinya yakaafi bermula dari upaya yang dilakukan oleh H. Agus Maulana dalam membantu para pengusaha UMKM dengan memberikan support permodalan dan juga bimbingan management pengelolaan usaha.

Beberapa Usaha UMKM yang di support, pada awalnya ada Bengkel Motor di daerah Subang (Barokah Motor), Usaha Cutting Stiker & Accesories Motor, produksi plakat dan piala di Majalengka, dan Pengrajin Sepatu di Bandung. Semuanya diajak bersama- sama untuk mengembangkan usaha sekaligus berwakaf dari sebagian hasil usahanya.

Adapun penyaluran Wakaf dari hasil usaha tersebut disalurkan melalui Lembaga Pendidikan Pondok Modern Darul Falah Cimenteng.

Karena sifatnya wakaf maka penggunaannya disalurkan untuk penguatan sarana prasarana atau infrastruktur baik asrama, maupun fasilitas yang lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, muncul cita-cita agar manfaat wakaf ini tidak hanya bagi satu Pesantren saja. Tapi manfaat nya bisa diperluas untuk banyak pesantren.

Kemudian juga muncul satu cita-cita bahwa Pesantren itu memungkinkan untuk melakukan upaya pendirian usaha yang ada di lingkungan Pesantren sesuai dengan situasi potensi yang ada.

Untuk mewujudkan cita-cita meluaskan manfaat Wakaf dan memperluas jaringan usaha yang di support oleh Dana Wakaf tersebut, maka pada tanggal 10 Oktober 2019 di bentuklah Yayasan Amal Wakaf Indonesia secara Legal Formal.

H. Agus Maulana kemudian mengajak beberapa rekan Alumni Gontor diantaranya Ustadz Fahruroji, Ustadz Muhammad Abdul Ghaffar, Ustadz Hajrul Aswadi, Ustadz Fajar Shodiq, Ust Amir Fauzi dan ustadz Asep Hendra dalam jajaran kepengurusan Yakaafi.

Sebagai awal dari pembentukan Yayasan Amal Wakaf Indonesia ini, H Agus Maulana secara resmi mewakafkan dana yang selama ini disalurkan untuk mensupport UMKM dan beberapa Pesantren sebesar Lima Ratus Juta Rupiah kepada Yayasan Amal Wakaf Indonesia (YAKAAFI).